Perangkat wearable saat ini semakin berkembang dengan banyak merek yang menawarkan smartwatch atau smartband dengan fitur pemantauan kesehatan yang lengkap. Namun, seringkali fitur-fitur canggih ini belum tentu akurat saat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi masalah ini, Xiaomi telah membangun Sports and Health Lab, sebuah fasilitas riset khusus untuk menguji dan menyempurnakan algoritma kesehatan dan kebugaran pada wearable Xiaomi.
Lab ini memiliki luas lebih dari 5.000 meter persegi dan didesain untuk menguji wearable dalam kondisi yang mendekati penggunaan nyata. Dengan 23 zona pengujian olahraga yang berbeda dan dilengkapi dengan berbagai alat uji olahraga profesional serta perangkat standar yang biasa digunakan dalam riset medis, Xiaomi dapat mengumpulkan data besar dari berbagai skenario latihan dan pemantauan kesehatan. Hasilnya, akurasi perhitungan kalori pada wearable Xiaomi meningkat hingga 17 persen, sedangkan estimasi VOâ‚‚ max juga naik 15 persen.
Selain itu, pemantauan tidur juga mengalami peningkatan akurasi, dengan deteksi waktu mulai tidur dan bangun yang menjadi 11 persen lebih akurat, serta pengenalan fase tidur yang meningkat 14 persen. Xiaomi tidak hanya melakukan pengujian internal, tetapi juga menjalin kerja sama dengan berbagai institusi riset dan kesehatan untuk berbagai penelitian yang mencakup berbagai aspek kesehatan.
Dengan pendekatan berbasis riset yang serius ini, Xiaomi berharap dapat meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap data kesehatan yang ditampilkan di perangkat wearable mereka. Melalui Sports and Health Lab, Xiaomi menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan akurasi dan kualitas fitur kesehatan pada produk wearable mereka, serta berbagi hasil risetnya dengan industri wearable secara lebih luas.







