Aktor Yama Carlos menolak diam ketika kebebasannya dalam berekspresi dengan melakukan impersonate dan bikin konten satir di medsos dibungkam pihak tak bertanggung jawab. Ia mengunggah sejumlah bukti chat berisi teror dalam video yang diunggah di akun Instagram terverifikasi. Dalam unggahan tertanggal 30 Desember 2025, Yama Carlos menunjukkan pesan WhatsApp dari nomor asing yang mengancamnya untuk menghapus konten TikTok selama seminggu terakhir. Oknum tersebut juga memanfaatkan orang-orang di sekitarnya, yang membuat Yama Carlos merasa kecewa setelah mengunggah konten satir terkait penanganan bencana tanpa menyebut nama orang atau pihak tertentu.
Berkaca pada pengalaman tersebut, Yama Carlos menyimpulkan bahwa bentuk ekspresi seni seperti impersonate, parodi, dan sarkas tampaknya tak berlaku lagi di suatu negara karena dapat menyinggung pihak tertentu. Meskipun impersonate atau parodi tidak menyebutkan nama siapapun, Yama Carlos merasa bahwa dalam negara demokrasi seharusnya warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik tanpa perlu izin terlebih dahulu. Namun, ia mempertanyakan ruang aman dan nyaman dalam berekspresi setelah mengalami teror atas konten yang dibuat. Menurutnya, selama tidak merugikan orang lain atau melakukan tindakan kriminal, warga negara seharusnya mendapat ruang aman untuk berekspresi tanpa harus merasa terancam.







