Seorang kurir pengantar makanan dengan inisial I mengalami pengejaran dan pemukulan oleh seorang tukang parkir di depan sebuah rumah makan di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Meskipun demikian, korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Ketua Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB) Rie Ramawati menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil atas pertimbangan alasan kemanusiaan. Tukang parkir yang melakukan pemukulan juga telah meminta maaf dan menjanjikan tidak akan menarik biaya parkir untuk driver ojek online lainnya.
Selain itu, biasanya tukang parkir di Yogyakarta tidak menarik biaya parkir kepada driver ojek online. Hal ini disampaikan oleh Wuri, yang menjelaskan bahwa biaya parkir sebesar Rp 2 ribu dapat memberatkan driver ojek online karena mereka hanya singgah sebentar di rumah makan untuk mengambil pesanan tanpa memerlukan parkir dalam waktu lama. Wuri juga menyebutkan bahwa tarif yang diperoleh driver ojek online tidak sebanding dengan biaya parkir yang harus dibayarkan.
Peristiwa pemukulan ini sempat viral di media sosial setelah video dan kronologi kejadian tersebar luas. Kepolisian juga turut mengambil tindakan dengan melakukan klarifikasi kepada semua pihak yang terlibat dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman terkait parkir yang kemudian berkembang menjadi adu mulut dan keributan antara kedua belah pihak. Meskipun demikian, korban pemukulan sudah mulai pulih dan kembali bekerja sebagai driver ojek online.

