Pasar modal Indonesia mencatat sejarah baru di awal tahun 2026 dengan IHSG mencapai level tertinggi sepanjang masa. Hal ini terjadi karena stabilitas ekonomi yang kuat di dalam negeri dan minimnya konflik geopolitik global. IHSG terus berada dalam zona positif sepanjang sesi perdagangan, dengan kenaikan signifikan dalam sektor transportasi dan logistik, barang baku, dan energi.
Menurut Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, kenaikan yang cepat ini sejalan dengan penguatan pasar saham regional Asia. Faktor-faktor fundamental ekonomi dalam negeri, seperti surplus neraca perdagangan dan inflasi yang terjaga, juga turut mendukung kenaikan IHSG.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan surplus neraca perdagangan sebesar US$2,66 miliar pada bulan November 2025, dengan inflasi mencapai 2,92 persen year on year. Selain itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping juga memberikan sinyal kebijakan makro yang proaktif untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2026.
Meskipun terjadi ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela, para investor tetap fokus pada data ekonomi dan aktivitas bisnis di Tiongkok yang tetap ekspansif. Keseluruhan, kondisi ekonomi regional dan domestik yang kondusif telah memberikan dorongan positif pada pasar modal Indonesia, terutama dalam mencapai level tertinggi IHSG sepanjang masa.






