Pasar modal domestik diprediksi akan mengalami angin segar pada awal tahun 2026. Hal ini didorong oleh membaiknya laporan keuangan perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang akan memperkuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurut Guru Besar Universitas Indonesia (UI) dan Pengamat Pasar Modal, Budi Frensidy, kondisi keuangan perusahaan terdaftar di pasar modal diprediksi akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam penguatan IHSG. Selain itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, juga memperkirakan tren positif IHSG dapat berlanjut sepanjang tahun 2026 dengan target mencapai 10.500. Data perdagangan BEI menunjukkan bahwa IHSG menguat 68,28 poin atau 0,77 persen ke level 8.927,47 pada Selasa, 6 Januari. Aktivitas pasar yang ramai dan sentimen global positif juga turut memberikan pengaruh pada pergerakan indeks domestik. Stabilnya harga minyak dunia di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela memberi sinyal positif bagi pasar keuangan. Para pelaku pasar juga sedang memantau perkembangan pasca serangan AS ke Venezuela dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

