Wednesday, January 14, 2026
HomeCryptoPrediksi Harga Bitcoin 2026: Peluang dan Risiko Terungkap

Prediksi Harga Bitcoin 2026: Peluang dan Risiko Terungkap

Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi di bawah USD 90.000, dipengaruhi oleh tekanan jangka pendek dari arus keluar dana ETF dan aksi ambil untung pelaku pasar. Meskipun data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang bisa membuka peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Setelah rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Amerika Serikat periode November, mencatat 7,1 juta lowongan pekerjaan, di bawah ekspektasi pasar 7,6 juta, Bitcoin terus tertekan. Pergerakan kripto global terkoreksi sekitar 3,2% ke USD 3,08 triliun, dengan Ethereum dan altcoin utama juga terpengaruh.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyampaikan bahwa pelemahan ini mencerminkan konsolidasi sehat setelah reli kuat. Data tenaga kerja AS yang melemah sebenarnya mendukung aset berisiko seperti Bitcoin karena peluang pemangkasan suku bunga meningkat. Namun, aksi profit taking, tekanan ETF, dan penyesuaian leverage masih membayangi pasar.

Tekanan pasar semakin intens dengan arus keluar dana Spot Bitcoin ETF sekitar USD 243 juta dalam satu hari, dipimpin oleh Fidelity dan manajer aset lainnya. Penjualan dari penambang (miner) dan likuidasi posisi derivatif juga mempercepat koreksi. Fyqieh percaya bahwa selama Bitcoin bertahan di atas USD 90.000, tren jangka menengah masih terjaga.

Meskipun penolakan di resistance USD 94.000 memicu koreksi teknikal, selama support utama tidak ditembus, pergerakan lebih ke arah konsolidasi daripada pembalikan tren. Penjagaan terhadap area psikologis USD 90.000 menjadi kunci untuk memperkirakan langkah selanjutnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer