Menurut Maurice Halbwachs (dalam Hartanti & Lukman, 2024), memori kolektif diwujudkan melalui berbagai media sosial, seperti gambar ingatan, bahasa, rekonstruksi masa lalu, pelokalan ingatan, serta ingatan keluarga. Media-media tersebut memungkinkan ingatan tidak hanya hidup dalam diri individu, tetapi bertahan dan diwariskan dalam suatu kelompok sosial. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya peran media sosial dalam membentuk dan memelihara memori kolektif dalam masyarakat. Media sosial bukan hanya menjadi tempat berbagi pengalaman dan informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertahankan dan mewariskan ingatan bersama. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi alat komunikasi modern, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkokoh identitas kelompok melalui pembentukan memori kolektif yang kuat.記事 Source link







