Kontroversi penggunaan kecerdasan buatan kembali mencuat ke permukaan, kali ini melibatkan chatbot AI Grok dari xAI milik Elon Musk. Setelah mendapat kritik global terkait kemampuan AI untuk melakukan praktik yang disebut “digital undressing”, perusahaan telah membatasi akses fitur tersebut. Keputusan ini telah memicu perdebatan mengenai etika, keamanan anak, dan tanggung jawab platform teknologi besar.
Menurut laporan dari CNN pada Minggu, 11 Januari 2026, chatbot Grok sekarang hanya menyediakan sebagian fitur imagine image generation untuk pelanggan berbayar. Langkah ini diambil setelah adanya kecaman global terhadap respons Grok terhadap permintaan pengguna untuk “melucuti pakaian secara digital” dari gambar, termasuk gambar anak-anak.
Perubahan ini terjadi antara Kamis dan Jumat. Akun resmi Grok di platform X sekarang memberikan respons kepada pengguna non-subscriber dengan pesan, “image generation and editing are currently limited to paying subscribers,” dan mengarahkan pengguna untuk berlangganan. Namun, fitur “edit image” pada gambar yang diunggah ke X masih dapat digunakan oleh semua pengguna dengan bantuan Grok, dan pembuatan gambar dan video tetap gratis melalui situs web dan aplikasi Grok.
Pembatasan hanya berlaku ketika pengguna menandai Grok dalam unggahan publik di X dan meminta pembuatan gambar secara terbuka, fitur yang sebelumnya tersedia tanpa biaya. Kehadiran Elon Musk dalam rapat internal xAI sebelum kontroversi ini mencuat memberikan kekecewaannya terhadap fitur keamanan Grok Imagine. Seiring dengan kepergian tiga anggota inti tim keselamatan xAI, termasuk kepala keamanan produk, kekhawatiran seputar kesiapan sistem keamanan AI Grok menjadi sorotan, terutama jika teknologi ini digunakan secara luas oleh publik.
Bukan hanya dari publik, tetapi berbagai regulator di berbagai negara juga mengungkapkan keprihatinan terkait perlindungan dan peran Grok dalam mewujudkan pornografi deepfake. Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan mengkritik langkah X yang dinilai hanya mengubah fitur AI yang dulunya ilegal menjadi layanan premium.







