Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa ada 5 desa yang masih terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Menurut Masinton, kondisi desa-desa tersebut sangat memprihatinkan. Desa-desa tersebut berada dalam lokasi dengan kemiringan yang curam, dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Akses ke lima desa tersebut masih sulit, namun upaya untuk membuka akses terus dilakukan secara intensif. Meskipun demikian, mobilisasi ke daerah tersebut saat ini hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.
Masinton juga menyampaikan bahwa sebanyak 800 Kepala Keluarga (KK) masih terisolir di 5 desa yang terdampak bencana. Meskipun tidak merinci desa mana saja yang masih terisolir, Masinton menegaskan bahwa akses ke daerah tersebut hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Upaya untuk membuka akses terus dilakukan secara bertahap. Kesulitan ini juga membuat mobilisasi ke daerah tersebut menjadi sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi masih memerlukan waktu dan kerja keras untuk dapat mengatasi dampak bencana yang terjadi.

