Friday, February 13, 2026
HomeEkonomiRupiah Melemah, Ketua The Fed dan Instabilitas Politik AS: Ancaman Pidana

Rupiah Melemah, Ketua The Fed dan Instabilitas Politik AS: Ancaman Pidana

Rupiah Melemah, Pasar Soroti Ketidakpastian Politik AS

Rabu, 13 Januari 2026 – 09:56 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan tetap fluktuatif namun berakhir melemah pada perdagangan hari ini. Data terbaru dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI menunjukkan kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 16.853 per Senin, 12 Januari 2026, melemah 19 poin dari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, rupiah ditransaksikan di Rp 16.871 per dolar AS, mengalami penurunan 16 poin atau 0,09 persen dari sebelumnya.

Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi dan pasar uang, menjelaskan bahwa pasar tengah memonitor ketidakpastian politik di Washington setelah Departemen Kehakiman AS mengancam Federal Reserve (The Fed) dengan potensi dakwaan pidana. Sementara Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa bank sentral telah menerima panggilan pengadilan terkait kesaksiannya di Senat, menciptakan kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan penjualan eceran sebesar 1,5 persen secara bulanan pada November 2025. Data ini mencerminkan hasil survei penjualan eceran yang menunjukkan kenaikan penjualan terutama di sektor Peralatan Informasi dan Komunikasi, Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Proyeksi kinerja penjualan eceran pada bulan Desember 2025 juga meningkat, dengan penjualan diperkirakan tumbuh sebesar 4 persen secara bulanan. Hal ini didorong oleh kinerja positif mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau, seiring dengan peningkatan permintaan selama Nataru.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer