Pete Lau, CEO OnePlus, sedang menghadapi masalah hukum di Taiwan karena diduga terlibat dalam perekrutan ilegal puluhan insinyur di wilayah tersebut. Kantor Kejaksaan Distrik Shilin telah mengeluarkan dokumen resmi terkait kasus ini, yang melibatkan dua warga negara Taiwan yang membantu proses perekrutan untuk OnePlus. OnePlus diduga merekrut lebih dari 70 insinyur di Taiwan tanpa izin pemerintah, melanggar aturan Cross-Strait Act. Pete Lau, yang sangat berperan dalam perjalanan OnePlus, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini. Publik menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses hukum di Taiwan.

