Pada Jumat (23/1), data pemerintah menunjukkan bahwa inflasi umum Jepang turun menjadi 2,1 persen pada bulan Desember dari 2,9 persen pada bulan November. Penurunan ini terutama disebabkan oleh subsidi pemerintah untuk listrik, gas, dan bahan bakar. Di sisi lain, inflasi inti yang tidak termasuk pangan segar dan energi tetap tinggi sebesar 2,9 persen, dipicu oleh tekanan harga yang masih kuat pada produk non-pangan segar. Tindakan tersebut merupakan respons dari Bank of Japan yang mempertahankan suku bunga di 0,75 persen menjelang pemilihan umum. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi Jepang dalam menghadapi tantangan pasar.

