Memilih jurusan kuliah tidak hanya berdampak pada karier di masa depan, tetapi juga memengaruhi peluang mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, beberapa jurusan mencatat tingkat pengangguran tertinggi di kalangan lulusan baru. Data dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa lulusan Antropologi memiliki tingkat pengangguran tertinggi, diikuti oleh jurusan Fisika dan Teknik Komputer. Jurusan Seni Komersial dan Desain Grafis serta Seni Rupa juga termasuk dalam daftar jurusan dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Ahli mengungkapkan bahwa dinamika industri menjadi faktor utama yang membuat beberapa jurusan sulit mendapatkan pekerjaan. Meskipun demikian, strategi bertahan bagi lulusan baru adalah dengan membangun fleksibilitas dan keterampilan lintas bidang. Penekanan diberikan pada pengembangan softskill seperti komunikasi dan pemecahan masalah. Pengalaman magang, kerja paruh waktu, freelance, serta kegiatan sukarela juga dianggap memiliki nilai strategis dalam membangun CV dan jaringan profesional.

