Baru-baru ini, muncul bocoran kemasan aksesori baru dari Samsung yang memperlihatkan perangkat bernama Samsung Magnet Wireless Charger. Dari informasi yang tertera di kotaknya, terlihat bahwa ini adalah wireless charger yang tidak biasa karena dilengkapi dengan dukungan Qi2 dengan daya yang lebih tinggi.
Perangkat ini memiliki daya 25W, yang merupakan lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan implementasi Qi2 pada Galaxy S25 series yang hanya mencapai 15W. Hal ini menunjukkan bahwa Samsung tengah mempersiapkan pengisian nirkabel yang lebih efisien untuk perangkat-perangkat generasi mendatang. Diperkirakan perangkat ini menggunakan versi terbaru dari Qi2 yang mendukung output daya yang lebih besar.
Secara fisik, Samsung Magnet Wireless Charger memiliki bentuk puck magnetik yang terhubung dengan kabel USB C braided. Desain magnetiknya membuat smartphone terkunci pada posisi yang tepat, sehingga koil pengisian berada dalam posisi yang sejajar dan transfer daya menjadi lebih stabil dibanding hanya meletakkan perangkat di atas pad datar.
Untuk mencapai daya 25W secara optimal, adaptor yang digunakan harus memiliki daya 45W resmi dari Samsung atau adaptor 45W lainnya yang mendukung PPS 20V. Jika adaptor yang digunakan kurang dari spesifikasi tersebut, pengisian tetap akan berjalan namun daya yang disalurkan tidak maksimal.
Selain itu, pengguna juga perlu menggunakan case yang sudah Qi2 ready dengan Magnetic Power Profile agar fungsi magnetiknya berjalan dengan presisi. Tanpa case yang sesuai, meskipun charger akan tetap bisa melakukan pengisian, efisiensinya mungkin menurun karena posisi koil pengisian tidak sesuai.
Samsung Magnet Wireless Charger diklaim kompatibel dengan Galaxy S25 series atau model-model setelahnya asalkan menggunakan case magnetik. Karena standarnya adalah Qi2, aksesori ini sebenarnya tidak terbatas hanya untuk satu lini produk saja dan dapat digunakan pada perangkat lain yang mendukung standar magnetik serupa.
Selain itu, Samsung juga dikabarkan sedang mengembangkan power bank magnetik dengan basis Qi2. Jika aksesori seperti ini semakin banyak beredar, cara pengisian daya smartphone dapat mengalami perubahan, terutama saat digunakan di tempat kerja atau dalam mobil. Apakah menurut Anda wireless charger magnetik seperti ini sudah cukup praktis untuk digunakan sehari-hari, atau kabel masih lebih andal?

