Perusahaan penyedia layanan kustodian kripto Copper, yang berbasis di London, sedang mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hal ini terjadi karena minat investor institusi terhadap infrastruktur kripto yang diatur telah meningkat, tidak lagi terbatas pada model bisnis berbasis token. Berdasarkan informasi dari Coinmarketcap, Copper sedang dalam tahap diskusi awal terkait rencana IPO.
Perusahaan ini sedang mengevaluasi berbagai jenis pencatatan saham dengan adanya minat yang semakin bertambah terhadap “infrastruktur dasar” aset digital, seperti layanan kustodian, penyelesaian transaksi (settlement), manajemen agunan, dan sistem manajemen risiko untuk aktivitas kripto institusional.
Rencana Copper untuk melakukan IPO muncul setelah perusahaan kustodian kripto pesaingnya, BitGo, resmi melantai di Bursa Efek New York (NYSE). BitGo menetapkan harga IPO di atas kisaran awal, yakni USD 18 per saham, dan berhasil mengumpulkan dana sekitar USD 212,8 juta dengan valuasi sekitar USD 2,08 miliar. Meskipun terdapat fluktuasi, saham BitGo turun sekitar 30% dari posisi tertinggi pasca-IPO menjadi sekitar USD 12,50 pada akhir Januari 2026.
Meskipun demikian, aksi korporasi BitGo dianggap sebagai pembuka peluang bagi perusahaan aset digital lainnya dengan model bisnis yang mematuhi regulasi dan dapat menghasilkan pendapatan yang stabil. Walaupun begitu, keputusan keuangan investasi tetap berada di tangan pembaca dan disarankan untuk melakukan penelitian dan analisis sebelum membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

