Ekonomi ruang angkasa global diperkirakan akan mencapai US$630 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$1,8 triliun pada tahun 2035. Singapura telah lama mengembangkan kemampuan penelitian dan pengembangan di sektor ruang angkasa dan ekosistem yang dinamis bagi perusahaan lokal dan multinasional. Sejak tahun 2022, Singapura telah mengalokasikan lebih dari US$157 juta untuk proyek penelitian dan pengembangan di bidang ruang angkasa.
Pada bulan April 2026, Singapura akan mendirikan Badan Antariksa Nasional (NSAS) yang diperkenalkan oleh Menteri Energi dan Sains dan Teknologi, Tan See Leng. NSAS akan memimpin Singapura dalam memanfaatkan peluang ekonomi antariksa dan potensi baru yang terbuka dengan akses yang semakin terbuka ke luar angkasa. Badan ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi teknologi luar angkasa untuk kebutuhan nasional dan regional Singapura serta menjaga aset negara tetap aman di luar angkasa yang semakin ramai.
Singapura memiliki tiga satelit pengamatan Bumi bersama dengan ST Engineering dan akan membentuk pusat operasi multi-lembaga untuk mendukung lembaga pemerintah dalam tugas-tugas pengamatan satelit dan analisis data geospasial. Langkah ini diharapkan akan memberikan manfaat dalam berbagai bidang seperti operasi pelabuhan, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, dan ketahanan pangan.
NSAS juga akan fokus pada pengembangan konstelasi satelit untuk memenuhi kebutuhan nasional dan mengoperasikannya di wilayah Sabuk Khatulistiwa sesuai dengan lokasi geografis Singapura yang strategis. Selain itu, Singapura juga akan memperkuat keamanan aset ruang angkasanya dengan membangun kemampuan kesadaran situasional ruang angkasa secara bertahap.
Lebih lanjut, NSAS akan mengembangkan legislasi dan regulasi untuk sektor antariksa guna mendukung inovasi dan bisnis serta menjaga standar tinggi keselamatan dan keberlanjutan di ruang angkasa. Dengan langkah-langkah seperti ini, Singapura diharapkan akan terus maju dan berkembang di bidang ruang angkasa.

