Gelombang sorotan terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea terus berlanjut setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Hal ini terungkap bahwa laporan yang menyeret nama komika tersebut tidak hanya satu, melainkan bahkan mencapai dua digit. Pandji Pragiwaksono secara langsung mengungkapkan fakta tersebut dalam obrolan di kanal YouTube Denny Sumargo, di mana ia mengaku terkejut mengetahui banyaknya laporan terkait materi komedinya yang kini ditayangkan di platform Netflix.
Pandji mengungkapkan bahwa ada sepuluh laporan yang masuk terhadapnya namun ia tidak dapat mengingat secara rinci isi laporan tersebut. Beberapa laporan diduga berkaitan dengan isu sensitif, termasuk penistaan terhadap pejabat negara dan agama. Denny Sumargo juga menyoroti bahwa salah satu laporan menyoal adegan terkait gerakan salat dalam materi Mens Rea, serta adanya kabar keterlibatan organisasi besar yang merasa tersinggung.
Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa salah satu laporan membawa nama organisasi keagamaan besar, meski yang mengajukan laporan hanya sebagai perwakilan. Meskipun menghadapi proses hukum, Pandji menegaskan bahwa pertunjukan komedinya, Mens Rea, ditujukan untuk penonton berbayar dan bukan untuk konsumsi publik tanpa konteks tertentu.
Selain itu, Pandji juga menyentuh polemik frasa “menurut keyakinan saya” yang sering muncul dalam materinya. Ia menyatakan bahwa keyakinan merupakan wilayah personal yang tidak seharusnya menjadi ranah pidana, sehingga hal tersebut tidak sepatutnya diperdebatkan. Keseluruhan pernyataan Pandji dalam obrolan tersebut menunjukkan bahwa ia kaget dengan banyaknya laporan yang masuk terhadapnya dan bahwa ia menjelaskan bahwa materi komedinya harus dipahami dalam konteks pertunjukan komedi yang ditujukan untuk penonton berbayar.

