Pada Rabu, 4 Februari 2026, pemanggilan Virgoun oleh Komnas Perlindungan Anak (PA) menjadi perhatian yang disorot oleh publik. Musisi ini dilaporkan oleh mantan istrinya, Inara Rusli, terkait dugaan pengambilan paksa anak. Meskipun tidak hadir secara langsung dalam pemanggilan tersebut, pihak Virgoun memberikan tanggapan resmi melalui kuasa hukumnya, Andy Santika.
Menurut Andy, pemanggilan dari Komnas PA bertujuan untuk melakukan klarifikasi terhadap laporan yang diajukan oleh Inara. Dia menjelaskan bahwa kliennya tidak menolak proses tersebut, namun terhalang oleh keterbatasan waktu karena undangan yang datang secara mendadak. Andy juga mengklarifikasi bahwa mereka telah mengirimkan surat balasan kepada Komnas PA dan alasan ketidakhadiran Virgoun bukan karena menghindari, melainkan karena keterikatan pada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
Andy juga menegaskan bahwa klien mereka tidak bisa hadir atas undangan yang mendadak dan karena adanya pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Terkait tudingan pengambilan paksa anak, Andy menyatakan bahwa hal tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut, termasuk apakah anak-anak tersebut dibawa secara paksa atau atas keinginan mereka sendiri.
Komnas PA sebelumnya juga menyorot dugaan penutupan akses komunikasi antara anak-anak dan ibu mereka. Andy mengungkapkan bahwa mereka belum menerima informasi detail terkait hal ini dari klien mereka, Virgoun. Namun, menurut pengakuan Virgoun kepada kuasa hukumnya, anak-anak tersebut saat ini merasa nyaman bersama ayahnya.
Lebih lanjut, Andy menyebut bahwa langkah Virgoun membawa anak-anak dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menjaga kondisi mental mereka. Ia menyoroti faktor psikologis yang membuat Virgoun merasa perlu untuk menenangkan anak-anak tersebut.

