Saturday, February 14, 2026
HomeCryptoPercakapan Kripto di Indonesia 2025: Nilai Transaksi Turun

Percakapan Kripto di Indonesia 2025: Nilai Transaksi Turun

Percakapan publik di Indonesia terkait aset kripto, Web3, dan blockchain semakin meningkat pada tahun 2025. Meskipun demikian, volume perdagangan kripto justru mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dataxet Sonar melaporkan bahwa percakapan kripto di media sosial meningkat sekitar 29,8% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total engagement mencapai 217,7 juta. Selain itu, percakapan terkait blockchain dan Web3 juga mengalami peningkatan signifikan.

Menurut Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, peningkatan percakapan ini mencerminkan minat publik yang kuat terhadap aset digital. Namun, meskipun minat publik meningkat, data transaksi menunjukkan penurunan. Nilai transaksi aset kripto pada tahun 2025 turun 25,9% menjadi Rp 482,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara minat publik dan aktivitas transaksi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada penurunan ini adalah biaya transaksi yang masih belum efisien.

Untuk mengatasi hal ini, CFX sebagai bursa berjangka aset kripto berencana memberikan keringanan biaya bagi para Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). CFX akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% mulai 1 Maret 2026. Harapannya, penyesuaian ini akan meningkatkan likuiditas dan mendorong perdagangan kripto melalui ekosistem dalam negeri, serta mengurangi potensi arus modal keluar. Semua ini menunjukkan bahwa terdapat ruang yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing industri aset kripto di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer