Monday, September 7, 2026
HomeEkonomiStrategi BCA Digital untuk Pertumbuhan Laba di 2026

Strategi BCA Digital untuk Pertumbuhan Laba di 2026

Strategi BCA Digital untuk Pertumbuhan Laba di 2026

BCA Digital menutup tahun buku 2025 dengan catatan yang mencolok. Laba bersih bank digital milik Bank Central Asia itu melonjak 98 persen secara tahunan menjadi Rp213,4 miliar, hampir berlipat ganda dibandingkan capaian sebelumnya. Di tengah persaingan layanan keuangan digital yang makin ketat, kinerja itu menjadi penanda bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya bertumpu pada jumlah pengguna, tetapi juga pada kemampuan mengelola dana dan kredit secara lebih efisien.

DPK dan Kredit Jadi Penopang Utama

Lonjakan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 22 persen menjadi Rp14,3 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit mencapai Rp8,6 triliun, dengan pendapatan operasional berada di level Rp1,5 triliun. Capaian itu diraih di tengah basis lebih dari 3 juta nasabah yang terus berkembang, menunjukkan bahwa ekspansi bisnis BCA Digital masih bergerak sejalan dengan penguatan aktivitas transaksi.

Yoga T. Halim, Kepala Perencanaan Korporat BCA Digital, mengatakan tahun lalu menjadi tonggak penting bagi perseroan karena profitabilitas meningkat hampir dua kali lipat. Menurut dia, hasil tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan terukur.

Inovasi Berbasis Pengguna

Dari sisi strategi, BCA Digital menegaskan bahwa pengembangan layanan tidak dilepaskan dari kebutuhan pengguna. Nariswari Yudianti, Kepala Komunikasi Korporat BCA Digital, menyebut inovasi perusahaan dibangun dengan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Artinya, setiap pengembangan diarahkan untuk memperkuat pengalaman nasabah, sekaligus menjaga relevansi produk di tengah perubahan perilaku konsumen digital.

Di saat bersamaan, perusahaan juga memasukkan aspek keberlanjutan ke dalam agenda inovasinya melalui Corporate Sustainability Initiative (CSI). Program itu difokuskan pada inklusi finansial, literasi keuangan, dan perlindungan lingkungan, yang menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat bisnis di luar pertumbuhan angka semata.

Empat Pilar Menuju 2026

Memasuki 2026, BCA Digital menyiapkan langkah strategis yang bertumpu pada empat pilar utama: pertumbuhan yang berkelanjutan, perluasan ekosistem, peningkatan teknologi, serta dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Arah ini menunjukkan bahwa perseroan ingin menjaga momentum laba sambil memperdalam peran di ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.

Di saat BCA Digital memamerkan kinerja yang solid, industri perbankan nasional juga menghadapi sentimen eksternal. Moody’s baru-baru ini menurunkan outlook lima bank besar Indonesia, termasuk BCA, dari stabil menjadi negatif. Kebijakan itu memunculkan reaksi dari Menko Airlangga, menandakan bahwa dinamika sektor keuangan masih dibayangi oleh faktor global yang dapat memengaruhi persepsi pasar.

RELATED ARTICLES

Paling Populer