Di tengah gelombang pengetatan di industri teknologi, perusahaan raksasa seperti Amazon dan Meta melakukan perubahan besar dalam sistem penilaian kinerja karyawan mereka. Langkah ini memicu spekulasi tentang pemangkasan tenaga kerja lebih lanjut. Amazon baru-baru ini mengumumkan PHK sebanyak 16.000 karyawan pada bulan Januari, setelah sebelumnya memutuskan hubungan kerja dengan 14.000 karyawan pada bulan Oktober. Begitu pula dengan Meta yang mengumumkan PHK 1.000 karyawan pada bulan yang sama. Kedua perusahaan kini fokus pada cara menilai kinerja individu, dengan Amazon meminta karyawan untuk mengirimkan pencapaian utama mereka. Di sisi lain, Meta kini menerapkan kategorisasi karyawan berdasarkan kinerja mereka. Perubahan ini merupakan upaya perusahaan untuk menyederhanakan program kinerja dan memberikan penghargaan bagi karyawan dengan kinerja luar biasa. Meskipun sistem penilaian ini bukan hal baru, namun implementasinya saat ini dianggap signifikan dan diyakini merupakan strategi perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan. Dalam konteks perekrutan besar-besaran yang terjadi selama masa pandemi, perusahaan kini lebih memfokuskan diri pada kinerja tinggi. Profesor manajemen mengungkapkan bahwa perusahaan harus melakukan penyesuaian setelah fase perekrutan besar-besaran tersebut. Ini adalah langkah yang diambil perusahaan untuk mempertahankan kinerja dan efisiensi di tengah perubahan yang cepat dalam industri teknologi.

