Kebanyakan orang berpikir bahwa berhubungan suami istri merupakan momen kenikmatan yang tak tergantikan. Namun, ada kondisi yang disebut anhedonia seksual di mana seseorang tidak mampu merasakan kesenangan selama berhubungan intim. Anhedonia seksual adalah ketidakmampuan merasakan kesenangan meskipun tetap memiliki hasrat atau orgasme. Profesor neurologi dan biokimia menjelaskan bahwa anhedonia adalah ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan, dan kondisi ini bisa muncul bersamaan dengan depresi. Ada juga jenis anhedonia seksual seperti orgasmic anhedonia atau ejaculatory anhedonia di mana seseorang bisa mengalami fisik orgasme tanpa merasakan kesenangan.
Menurut pakar hubungan seksual, hubungan intim bukan hanya tentang gairah dan orgasme, tetapi juga koneksi interpersonal, keintiman, sentuhan, dan banyak hal lainnya. Banyak orang dengan anhedonia kehilangan motivasi untuk berhubungan intim karena kehilangan minat akibat tidak mendapatkan kesenangan. Faktor penyebab anhedonia seksual bisa berasal dari kondisi medis, efek samping obat, masalah psikologis, trauma, dan pengalaman seksual negatif di masa lalu.
Hambatan ini tidak hanya berasal dari trauma akut, tapi juga budaya yang negatif terhadap hubungan intim. Dengan memahami penyebab dari anhedonia seksual, diharapkan seseorang dapat mengatasi masalah ini sebelum terlambat dan menjaga keharmonisan dalam hubungan suami istri.

