Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam dari USD 90.000 ke USD 60.000 dalam waktu kurang dari sebulan. Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis kripto 10x Research, tekanan jual ini diduga dipicu arus dana institusional besar yang berbasis di Hong Kong. Spekulasi pasar juga mencuat terkait runtuhnya sebuah hedge fund bernilai miliaran dolar yang semakin memperparah tekanan jual yang membuat harga Bitcoin turun tajam.
Para analis terkejut dengan kecepatan penurunan harga yang begitu cepat, dari USD 90.000 ke USD 60.000 hanya dalam dua hingga tiga minggu. 10x Research menyebut bahwa penurunan ini tidak hanya terjadi secara cepat, tetapi juga dalam skala yang besar, membuat banyak pelaku pasar tidak siap dalam menghadapi situasi tersebut.
Laporan tersebut juga menunjukkan adanya perubahan sentimen yang sangat cepat di pasar kripto global. Situasi ini membuat para trader harus lebih waspada dalam mengambil keputusan investasi. Bagi pembaca yang berencana untuk berinvestasi dalam dunia kripto, disarankan untuk selalu melakukan penelitian dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Liputan6.com mengingatkan bahwa setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca sendiri, dan bahwa segala keuntungan dan kerugian yang muncul dari keputusan tersebut bukan merupakan tanggung jawab kami.

