Tulus Wijayanto, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Pendidikan Disdik Jember, mendampingi Fantrix Tradewi (nama asli Sri Suryaningsih) yang mengalami trauma ketika menemui wartawan di ruang kerja. Meskipun di awal ia bersiap untuk wawancara, namun saat itu Fantrix tidak ingin memberikan pernyataan terkait kasus yang menimpanya. Menurut Tulus, Fantrix masih merasakan trauma dan mengakuinya sebagai kesalahan fatal karena tindakan yang terlalu reaktif. Fantrix juga bersedia menjalani proses penegakan disiplin sebagai aparatur sipil negara dan menerima sanksi yang akan dijatuhkan. Dia menyerahkan sepenuhnya penjelasan mengenai kronologi peristiwa yang terjadi di SDN Jelbuk 02.

