Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah batas defisit 3 persen, meskipun berusaha menargetkan ekspansi ekonomi yang lebih tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta. Purbaya menyatakan fokus pemerintah pada optimasi fiskal, sinkronisasi kebijakan moneter, dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, batas defisit tetap tetap tidak akan diubah.
Strategi pemerintah dalam menggenjot ekonomi pada kuartal I-2026 telah terbukti berhasil dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen pada kuartal IV-2025. Purbaya optimistis bahwa dengan tetap mempertahankan defisit di bawah 3 persen, kinerja ekonomi akan semakin baik. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter akan terus dijaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Purbaya juga memastikan bahwa kondisi fiskal diperkirakan tetap terkendali hingga 2032. Evaluasi terhadap kebutuhan ruang fiskal tambahan akan dilakukan sesuai kebutuhan, namun tambahan tersebut mungkin tidak akan diperlukan. Realisasi sementara APBN 2025 mencatatkan defisit 2,92 persen dari PDB, mendekati batas defisit yang ditetapkan sebesar 3 persen.
Presiden Prabowo juga mempercayai bahwa ekonomi Indonesia akan tetap menyuarakan capaian yang membanggakan dari waktu ke waktu. Keyakinan itu tidak terlepas dari kerja keras yang telah dilakukan.

