Friday, March 13, 2026
HomeShowbizTragedi Kemanusiaan di Palestina & Pergeseran Poros Kekuasaan

Tragedi Kemanusiaan di Palestina & Pergeseran Poros Kekuasaan

Tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina, telah menarik perhatian banyak pihak di seluruh dunia. Miftah Maulana Habiburohman atau yang akrab disapa Gus Miftah berbagi pandangannya tentang keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) pada awal tahun 2026. BoP merupakan inisiatif internasional yang bertujuan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Gaza, dengan Indonesia berencana mengirim antara 5.000 hingga 8.000 personel TNI ke wilayah tersebut. Gus Miftah menjelaskan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai pengamat atau penyedia bantuan logistik dari kejauhan, tetapi juga sebagai pemain kunci yang ikut serta dalam perundingan dan turun langsung ke lapangan.

Tujuan utama keikutsertaan Indonesia dalam BoP adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan kemanusiaan, bukan untuk melakukan normalisasi politik dengan pihak lain. Melalui keanggotaannya, Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai “penjaga moral” di lapangan. Penugasan TNI ke Gaza dengan skema International Stabilization Force (ISF) akan memberikan jaminan bahwa proses perdamaian tidak akan mengabaikan hak-hak dasar rakyat Palestina.

Gus Miftah menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia dalam BoP yang didukung oleh AS dan melibatkan berbagai negara merupakan bukti dari fleksibilitas politik bebas aktif. Diharapkan langkah politik ini tidak hanya praktis tetapi juga mendukung tujuan idealis untuk mencapai perdamaian dan keadilan di Gaza. Dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima, Gus Miftah menekankan bahwa fokus Indonesia tetap pada upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan meningkatkan kemanusiaan di kawasan tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer