Thursday, April 16, 2026
HomeEkonomi12 Investor Kakap Bertemu Prabowo di AS: Pengungkapan Seskab Teddy

12 Investor Kakap Bertemu Prabowo di AS: Pengungkapan Seskab Teddy

Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah diplomasi ekonomi di Washington DC dengan tidak hanya sekadar kunjungan kenegaraan. Dibalik agenda tersebut, Presiden bertemu dengan 12 investor ternama dari Amerika Serikat yang memiliki jaringan modal global lintas sektor. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pertemuan tersebut dihadiri oleh para tokoh besar dunia investasi yang mengelola triliunan dolar aset global, termasuk Todd L. Boehly (CEO Eldridge Industries dan pemilik klub sepakbola Chelsea F.C. dan Los Angeles Lakers) serta Armen Panossian, CEO Oaktree Capital dan pemilik Inter Milan. Investor lainnya yang turut hadir antara lain perwakilan dari BlackRock Founding Partners, Global Infrastructure Partners, General Atlantic, Kayne Anderson, KKR, Levine Leichtman Capital Partners, Related Fund Management, Stonepeak, Thrive Capital, Warburg Pincus, hingga Bernstein Equity Partners.

Para investor tersebut sebagian telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai entitas pengelola aset besar BUMN, sehingga pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi dan perluasan peluang investasi. Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan kompetitif, dengan membuka peluang kolaborasi untuk pembentukan rantai ekonomi baru dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Tujuan dari pertemuan ini adalah membangun sebanyak mungkin rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan nasional.

Indonesia ingin memposisikan diri sebagai pusat pertumbuhan baru di tengah ekonomi global dengan menggandeng pemain besar sektor infrastruktur, private equity, dan pengelolaan aset. Pemerintah berupaya mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui investasi jangka panjang. Diplomasi ekonomi Indonesia yang baru ini menunjukkan pendekatan yang lebih agresif dalam mendapatkan modal global, namun tidak melupakan kepentingan domestik dan nilai tambah di dalam negeri. Langkah ini sekaligus memperlihatkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memperkuat posisinya di pasar global dengan berbagai strategi yang dijalankan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer