Wednesday, June 17, 2026
HomeBeritaKritik Trump Terhadap Mahkamah Agung AS dan Tarif Global

Kritik Trump Terhadap Mahkamah Agung AS dan Tarif Global

Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons cepat putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif global yang dia ajukan. Tak menunggu lama, Trump langsung tampil dalam konferensi pers di Gedung Putih untuk melontarkan kritik keras terhadap para hakim yang menurutnya tidak cukup berani mengambil keputusan yang ia anggap tepat bagi kepentingan negara.

Trump Soroti Batas Wewenang Kebijakan Dagang

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa dirinya memiliki kewenangan luas dalam urusan perdagangan. Ia bahkan mengklaim dapat menghentikan seluruh aktivitas dagang dengan negara mana pun jika diperlukan. Namun, di sisi lain, ia mengaku kecewa karena Mahkamah Agung membatasi kebijakan “Liberation Day” yang ia usung.

Trump menyebut dirinya diperbolehkan menjatuhkan embargo terhadap negara atau pemerintah asing, tetapi tidak diberi ruang untuk memberlakukan tarif sebagaimana yang ia kehendaki. Bagi Trump, pembatasan itu menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam cara pengadilan memandang kewenangan presiden di bidang perdagangan.

Kritik Terbuka kepada Hakim Mahkamah Agung

Kekecewaan Trump juga diarahkan langsung kepada sejumlah anggota Mahkamah Agung. Ia menyatakan malu terhadap beberapa hakim yang dinilainya tidak cukup berani dalam mengambil keputusan. Ucapan itu memperlihatkan betapa kerasnya reaksi Trump atas putusan yang menahan langkahnya dalam menerapkan tarif global.

Trump kembali menegaskan bahwa ia memiliki kemampuan untuk “menghancurkan perdagangan” atau bahkan sebuah negara jika kebijakannya dijalankan penuh. Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ia melihat kebijakan dagang bukan sekadar alat ekonomi, melainkan juga instrumen kekuasaan yang sepenuhnya berada di tangannya.

Tarif Global dan Tarik-Ulur Kewenangan Presiden

Putusan Mahkamah Agung itu kembali membuka perdebatan soal sejauh mana presiden Amerika Serikat dapat menggunakan kewenangannya dalam menetapkan tarif dan sanksi terhadap negara lain. Dalam kasus ini, Trump menilai pembatasan terhadap tarif global yang ia usulkan merupakan hambatan terhadap agenda ekonominya sendiri.

Meski begitu, konferensi pers di Gedung Putih menunjukkan bahwa Trump tidak berniat meredam kritiknya. Sebaliknya, ia justru memperkeras sikap dan menampilkan penolakannya secara terbuka, di tengah sorotan terhadap batas-batas kewenangan eksekutif dalam kebijakan perdagangan luar negeri.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer