Yoshua Marcellos, yang dikenal sebagai Cellos, merasa kecewa atas tindakan tidak bertanggung jawab oknum yang menyebarkan konten pay-per-view tanpa izin. Konten BYON Combat di Vidio, sebuah aplikasi yang ia gagas, telah dibajak oleh pelaku berinisial BM melalui media sosial. Dampak dari pembajakan ini terasa dalam penurunan jumlah penonton yang membayar secara legal untuk acara selanjutnya. Cellos mengakui adanya penurunan signifikan dari event kelima ke keenam, yang diduga disebabkan oleh cara yang semakin canggih dalam pembajakan konten. Meskipun tiket yang ditawarkan memiliki harga terjangkau, masih banyak penonton memilih untuk menonton versi bajakan. Sistem pembayaran sekali menonton ini sebenarnya diterapkan agar industri dapat mandiri dan terus menyediakan tontonan berkualitas bagi masyarakat. Cellos memperingatkan atas kerugian yang diderita akibat pembajakan ini, dengan menyampaikan simulasi jika ratusan ribu penonton dikalikan dengan harga tiket resmi. Pembajakan seperti ini dapat membawa industri kreatif ke jurang kehancuran jika tidak ada tindakan tegas. Cellos telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan berharap agar tindakan akan diambil untuk melindungi industri kreatif dari ancaman tersebut.

