Pada Selasa, 3 Maret 2026, IHSG menguat 15 poin atau 0,19 persen, membuka perdagangan di level 8.032. Analis dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa IHSG akan mencoba untuk rebound dalam perdagangan hari itu. Dia mengingatkan bahwa jika IHSG mampu bertahan di level support 8.000, maka kemungkinan akan terjadi rebound teknikal dalam jangka pendek. Namun, perlu hati-hati jika IHSG turun di bawah 8.000, karena dapat menguji support di 7.940.
Menurut Fanny, Bursa saham Asia-Pasifik mengalami penurunan pada hari sebelumnya akibat meningkatnya konflik antara Iran dan AS-Israel. Hal ini juga didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi pasca kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa operasi tempur di Iran akan dilanjutkan setelah tiga personel militer AS tewas.
Di pasar saham global, terjadi penurunan signifikan. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,4 persen, Topix melemah 1,02 persen, sementara beberapa perusahaan seperti Mitsubishi Heavy Industries dan IHI mengalami kenaikan. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis, sementara di China, CSI 300 dan Shanghai Composite juga mengalami kenaikan. Wall Street mengalami pemulihan setelah beberapa faktor utama seperti harga minyak AS yang turun, serta pembelian saham-saham teknologi unggulan seperti Nvidia dan Microsoft.
Dalam situasi yang dinamis seperti ini, perlu memperhatikan pergerakan IHSG yang diperkirakan akan berada di kisaran level support 8.126-8.200 dan resisten 8.280-8.320. Pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan momentum dan peluang yang muncul di tengah ketidakpastian global. Sebagai informasi, informasi lengkap terkait isu-isu tersebut dapat ditemukan di sumber yang terpercaya.

