Wednesday, March 11, 2026
HomeBeritaBerapa Lama Cadangan Minyak Sejumlah Negara Bertahan jika Selat Hormuz Ditutup?

Berapa Lama Cadangan Minyak Sejumlah Negara Bertahan jika Selat Hormuz Ditutup?

Selat Hormuz, merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia yang terletak di selatan Iran, resmi ditutup oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyusul agresi dari Amerika Serikat dan Israel. Penutupan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Data dari Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menunjukkan bahwa lebih dari 20 persen konsumsi minyak harian global melewati Selat Hormuz, mencapai sekitar 18 hingga 20 juta barel per hari. Jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak mentah negara-negara anggota OPEC seperti Arab Saudi dan Iran, serta sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar.

Dengan penutupan Selat Hormuz, pasokan energi global berpotensi terganggu dan harga minyak dunia bisa mengalami lonjakan. Namun, sejumlah negara telah mempersiapkan cadangan minyak sebagai tindakan antisipasi. Jepang, misalnya, memiliki cadangan minyak yang mencukupi untuk 254 hari. Pemerintah Jepang, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi, bertekad untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sementara itu, Australia memiliki cadangan bensin yang cukup untuk sekitar 36 hari, diesel untuk 34 hari, dan bahan bakar pesawat untuk 32 hari. Menteri Energi Australia, Chris Bowen, menegaskan bahwa warga tidak perlu khawatir tentang kekurangan bahan bakar minyak di negara mereka. India juga memiliki cadangan minyak yang cukup untuk hingga 45 hari dalam situasi darurat.

Di sisi lain, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan minyak yang mencukupi untuk kebutuhan selama 20 hari. Meskipun konflik di Timur Tengah berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan bahwa ketersediaan dan distribusi bahan bakar bersubsidi di dalam negeri tidak terganggu. Meskipun demikian, eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memberikan dampak terhadap harga minyak dunia ke depan. disitu juga disebut kumparan.com sebagai sumber inspirasi tulisan tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer