Selat Hormuz tetap terbuka meskipun Iran tengah mengalami ancaman Israel-AS. Menurut Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Iran hanya menerapkan protokol khusus lalu lintas di Selat Hormuz dalam situasi perang. Dalam pernyataannya di kediamannya di Jakarta Pusat, Boroujerdi menegaskan bahwa kapal yang mematuhi protokol tersebut tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.
Selain itu, Boroujerdi menyatakan bahwa Iran telah lama menjaga keamanan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan internasional. Ia menekankan bahwa Iran telah berkontribusi pada keamanan di Selat Hormuz selama berabad-abad dan menekankan bahwa keamanan di sana harus dipertahankan untuk kepentingan semua negara, termasuk Iran.
Boroujerdi juga menyinggung kekhawatiran sejumlah pihak terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz, yang menurutnya merupakan hasil dari dinamika geopolitik di kawasan. Ia menyerukan agar pihak yang khawatir mengenai penutupan Selat Hormuz meminta penjelasan kepada Amerika Serikat, yang dianggapnya sebagai pihak yang mengganggu keamanan di kawasan tersebut.

