Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, berpendapat bahwa industri kripto saat ini mungkin berjalan di berbagai blockchain yang bersaing satu sama lain. Menurutnya, keberhasilan jangka panjang kripto akan tergantung pada kemampuan pengguna untuk berinteraksi dengan teknologi tersebut tanpa perlu memahami detail teknis di baliknya.
Dalam wawancara dengan TheStreet Roundtable, Hoskinson menyatakan bahwa kripto saat ini masih terlalu kompleks bagi pengguna sehari-hari. Menurutnya, pengguna tidak seharusnya harus memikirkan tentang hal-hal seperti dompet kripto, jembatan, atau berbagai jaringan blockchain yang mengarah pada tingkat kompleksitas yang tidak dapat ditoleransi oleh sebagian besar pengguna.
Hoskinson berpendapat bahwa infrastruktur blockchain pada akhirnya harus berfungsi di latar belakang, seperti halnya protokol jaringan yang mendukung internet. Pengguna harus dapat mentransfer nilai antar jaringan tanpa perlu memahami detail dari setiap blockchain yang terlibat dalam transaksi tersebut.
Visi Hoskinson juga mencakup ide bahwa berbagai jaringan blockchain harus saling bekerja sama daripada bersaing sebagai ekosistem terpisah. Baginya, penting untuk menciptakan konvertibilitas instan dan model kepercayaan yang seragam agar pengguna tidak melihat berbagai aset kripto sebagai entitas terpisah, melainkan sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi.
Contoh perkembangan kripto yang mencerminkan visi ini adalah stablecoin, di mana USDC telah menjadi bagian integral dari ekosistem blockchain Cardano. Hoskinson menunjukkan bahwa USDC telah sukses berpindah-pindah antar berbagai blockchain dengan tetap mengandalkan cadangan aset yang sama. Dengan volume transaksi stablecoin yang mencapai lebih dari USD 30 triliun pada tahun 2025, termasuk sumbangan besar dari USDC, perkembangan ini menunjukkan arah masa depan kripto yang lebih terintegrasi dan mudah digunakan oleh pengguna.

