Penjualan pisang gulung wijen di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat pesat menjelang Lebaran. Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya di bidang kuliner mengalami peningkatan pesanan yang signifikan seiring dengan permintaan konsumen yang tinggi dalam menyambut momen spesial tersebut. Penjualan jajanan khas ini melonjak sekitar 40 persen untuk produk unggulan, terutama pisang gulung wijen.
Berkah Ridho, pemilik UMKM pisang gulung wijen di Desa Milangasri, Kabupaten Magetan, mengatakan bahwa penjualan terus meningkat karena banyak masyarakat membeli untuk sajian berbuka puasa dan oleh-oleh Lebaran. Terutama pesanan daring maupun dari toko oleh-oleh di sekitar Magetan, namun juga ada pesanan untuk sajian buka puasa. Selain pisang gulung wijen, UMKM ini juga memproduksi produk camilan lain seperti kacang gulung wijen, kacang caramel, dan pisang caramel.
Meskipun bahan baku mengalami kenaikan harga, UMKM ini tetap menjaga harga produknya agar tetap terjangkau. Dalam hal ini, pisang Raja Nangka menjadi bahan baku utama dengan rasa manis dan tekstur yang cocok untuk digoreng. Untuk membantu proses produksi, UMKM Berkah Ridho memiliki 25 pegawai, kebanyakan dari warga desa sekitar, dan ada penambahan karyawan musiman. Selain itu, pemilik UMKM berharap usahanya terus berkembang dan berencana untuk membangun tempat produksi yang lebih luas serta membuka peluang wisata kuliner berbasis UMKM.

