Monday, April 13, 2026
HomeCryptoKorea Utara Diduga Gunakan Pekerja IT Palsu untuk Curi Kripto

Korea Utara Diduga Gunakan Pekerja IT Palsu untuk Curi Kripto

Pekerja IT Palsu dari Korea Utara Diduga Dalangi Pencurian Kripto Rp 1,356 Triliun

Terkait dengan skema pencurian kripto yang semakin meresahkan, dilaporkan bahwa para pekerja dari Korea Utara menggunakan identitas curian, dokumen palsu, dan kredensial palsu untuk berhasil masuk dan bekerja di perusahaan. Setelah bekerja, seorang pekerja IT dalam jaringan diyakini bisa mendapatkan hingga USD 200.000 per tahun, dan sebagian dari hasil ini kemudian dialirkan kembali ke pemerintah Korea Utara.

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh Korea Utara semakin meresahkan, dimana pekerja dari negara tersebut mampu mengubah penampilan, suara, bahkan aksen mereka agar sesuai dengan identitas yang dipalsukan saat melakukan wawancara video. Tidak hanya itu, beberapa pekerja IT palsu yang telah berhasil masuk ke perusahaan dilaporkan melakukan aktivitas jahat seperti menanam malware, mencuri data perusahaan, hingga melakukan pemerasan.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkapkan kekhawatiran bahwa rezim Korea Utara menggunakan data sensitif sebagai senjata. Pemerintah AS juga telah menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan pelacakan terhadap aliran dana yang terkait dengan kegiatan pencurian tersebut. Dalam hal ini, AS berkomitmen untuk memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindak tindakan yang merugikan tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer