Denada mengungkapkan pengakuan mengejutkan terkait kelahiran putra pertamanya, Ressa Rizky Rosano, di mana ia harus menghadapi kehamilan di usia muda tanpa dukungan ayah biologis anak tersebut. Dalam pernyataan terbuka, Denada mengungkap bahwa ia hamil di luar pernikahan pada usia sekitar 20 tahun, namun tidak pernah ragu untuk mempertahankan kehamilan. Meskipun menyadari bahwa ayah kandung Ressa tidak akan mengambil tanggung jawab, Denada memilih untuk tetap melanjutkan kehamilan dengan penuh kesadaran.
Denada menyatakan bahwa keputusan tersebut ia ambil dengan kesadaran penuh, tanpa ada keraguan, dan bahwa kehadiran sang anak bukanlah kesalahan. Meskipun menegaskan tanggung jawab pribadi dalam situasi tersebut, Denada menjelaskan bahwa anak tersebut bukanlah salahnya. Ia mengenang momen persalinan yang jauh dari ideal, dimana ia harus melahirkan secara prematur tanpa pendamping. Pengalaman tersebut meninggalkan luka emosional yang mendalam hingga saat ini.
Proses persalinan berlangsung lebih cepat dari perkiraan, menempatkan Denada dalam tekanan fisik dan emosional yang berat. Selain itu, situasi yang mengharuskan rahasia kelahiran sang anak dari publik juga menambah beban emosional. Denada mengekspresikan kesedihannya karena situasi yang seharusnya ideal dengan kehadiran kedua orang tua tidak terwujud. Meskipun menghadapi kesulitan, ia tetap memilih untuk mempertahankan sang anak dengan penuh kesadaran dan ketegasan.

