Berbicara mengenai kinerja aset investasi, bitcoin (BTC) telah menunjukkan performa yang lebih baik daripada emas dalam beberapa waktu terakhir, terutama selama periode konflik di Timur Tengah. Hal ini telah menimbulkan diskusi tentang apakah kripto akan menjadi safe haven pengganti emas di masa depan.
Selama ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, harga bitcoin sempat turun ke level terendah sebesar USD 63.000, sementara harga emas mencapai rekor tertinggi pada USD 5.414 per ounce. Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga bitcoin telah bertahan di atas USD 70.000 meskipun mengalami penurunan signifikan sebelumnya. Pada Jumat malam, 27 Maret 2026, harga bitcoin turun 4,92% menjadi USD 66.099 per koin, sementara harga emas diperdagangkan mendekati USD 4.439 per ounce setelah turun 2,2% dalam semalam.
Pendiri dan CEO Granite Shares, Will Rhind, berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan yang pasti mengenai perbandingan kinerja bitcoin dan emas. Sementara itu, analis ETF Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menyarankan para investor untuk tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga jangka pendek.
Menurut Balchunas, peningkatan harga emas sebelum konflik telah menjadi berlebihan, sehingga beberapa investor memilih untuk mengambil keuntungan dan melakukan rotasi portofolio ke arah bitcoin. Maka dari itu, penting bagi para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar yang potensial mempengaruhi harga aset investasi yang mereka miliki.

