Tuesday, October 6, 2026
HomeBeritaPBB: Israel Menghancurkan 17 CCTV di UNIFIL HQ

PBB: Israel Menghancurkan 17 CCTV di UNIFIL HQ

BEIRUT — Pasukan militer Israel dilaporkan merusak 17 kamera pengawas yang terhubung langsung ke Markas Besar Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir. Insiden ini menambah panjang daftar gangguan terhadap operasi pemantauan PBB di tengah eskalasi baku tembak antara Israel dan Hizbullah yang berlangsung sejak awal bulan lalu.

Kamera pengawas diduga dihancurkan dengan laser

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan kamera-kamera tersebut tampaknya dihancurkan dengan laser oleh tentara Israel. Selain merusak perangkat pemantau, pasukan Israel juga disebut melakukan pembongkaran bangunan di desa Naqura, wilayah yang berada dekat garis kontak dan menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik yang terus memanas itu.

Kerusakan pada infrastruktur UNIFIL bukan sekadar soal teknis. Bagi misi penjaga perdamaian yang bertugas memantau situasi di perbatasan, hilangnya perangkat pengawasan berarti berkurangnya kemampuan untuk mengamati pergerakan di lapangan secara langsung dan cepat.

Ketegangan di perbatasan terus meningkat

Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim Hizbullah menembakkan roket ke pos terdepan UNIFIL. Klaim tersebut memperlihatkan betapa rentannya posisi pasukan PBB di tengah pertempuran yang kian meluas dan saling balas serangan dari kedua pihak.

Sejumlah pasukan perdamaian asal Indonesia juga menjadi korban dalam insiden terpisah. Beberapa di antaranya dilaporkan terluka, menandai bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh pihak yang bertikai, tetapi juga oleh personel internasional yang berada di lapangan untuk menjalankan mandat perdamaian.

UNIFIL kembali berada di garis risiko

UNIFIL dibentuk pada 1978 untuk memantau penarikan pasukan Israel setelah invasi ke Lebanon. Sejak saat itu, misi ini berulang kali bekerja dalam situasi yang tidak stabil dan penuh tekanan. Hingga kini, total 97 anggota UNIFIL telah tewas saat menjalankan tugas.

Perusakan 17 CCTV di markas UNIFIL menjadi pengingat bahwa konflik di Lebanon selatan bukan hanya soal serangan senjata, melainkan juga soal upaya menghapus pengawasan di lapangan. Dalam situasi seperti ini, setiap kerusakan pada fasilitas PBB langsung berimplikasi pada keselamatan personel dan akurasi pemantauan di wilayah yang terus bergolak.

Berita lengkapnya dapat dilihat di sumbernya.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer