Petugas di Emplasemen Stasiun Bumiayu menangani anjloknya KA Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen pada Senin pukul 14.15 WIB. Kejadian ini mengganggu perjalanan kereta api dan menimbulkan dampak bagi ratusan penumpang. PT KAI mengambil tindakan darurat dengan melakukan evakuasi rangkaian, pengalihan perjalanan, dan menyediakan transportasi lanjutan untuk penumpang. KA Bangunkarta melewati Stasiun Linggapura-Bumiayu, Brebes, sebelum anjlok. Seluruh penumpang yang terdampak kejadian tersebut telah dievakuasi dengan aman. KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan kejadian ini.
Tim darurat telah dikerahkan untuk menangani tiga gerbong KA Bangunkarta yang keluar dari rel. Para penumpang yang terdiri dari 580 orang telah mengalami gangguan perjalanan akibat hal ini. PT KAI telah mempersiapkan 10 armada bus untuk mengevakuasi penumpang yang terdampak dan memastikan mereka dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir. Proses evakuasi rangkaian kereta yang anjlok membutuhkan waktu delapan jam dan berfokus pada keselamatan penumpang serta pemulihan jalur rel. Sekitar 21 perjalanan kereta api mengalami gangguan dan harus dialihkan melalui jalur utara Jawa. Manajemen KAI memberikan kompensasi kepada penumpang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dampak anjloknya KA Bangunkarta juga dirasakan di Stasiun Purwokerto dengan antrean panjang penumpang yang mengharapkan refund tiket perjalanan mereka. Perjalanan kereta api di Daop 4 Semarang juga terganggu, sehingga 13 perjalanan dialihkan melalui jalur utara Jawa. Sebanyak delapan perjalanan kereta api pada lintas selatan juga harus dibatalkan karena kejadian tersebut. Untuk mengatasi situasi ini, PT KAI mengambil langkah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan, yaitu memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak. Daftar perjalanan kereta yang dibatalkan juga telah diumumkan untuk kejelasan penumpang.

