Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga bobot indeks di pasar domestik dari ancaman penurunan bobot indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Upaya tersebut dilakukan setelah memenuhi permintaan lembaga indeks global ini. Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menyatakan bahwa OJK telah berhasil melaksanakan empat proposal utama yang diajukan kepada MSCI sebagai bagian dari upaya penguatan integritas pasar modal domestik agar tetap kompetitif di mata investor global. Meskipun yakin dengan diterimanya usulan oleh MSCI, OJK masih memperkirakan kemungkinan penurunan bobot indeks Indonesia yang dapat menimbulkan tekanan jangka pendek di pasar. OJK memproyeksikan beberapa dampak yang mungkin terjadi, seperti tekanan jual, potensi arus dana keluar saat rebalancing, dan peningkatan volatilitas pasar, namun dinamika tersebut dianggap sebagai bagian dari proses menuju pasar yang lebih sehat. Untuk mengatasi risiko ini, OJK mendorong penerapan kebijakan free float minimum 15 persen dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur pasar. Selain itu, OJK juga fokus pada perluasan basis investor serta meningkatkan komunikasi dengan MSCI dan penyedia indeks global lainnya. Komitmen OJK terus memberikan reformasi pasar secara transparan dan optimalisasi pengawasan pasar untuk memperkuat kualitas dan integritas pasar modal Indonesia demi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka menengah dan panjang.

