Tuesday, May 19, 2026
HomeEkonomiKrisis Energi: Negara Miskin 'Bakar' Triliunan Rupiah Demi BBM

Krisis Energi: Negara Miskin ‘Bakar’ Triliunan Rupiah Demi BBM

Krisis energi global semakin meningkatkan beban negara-negara berpenghasilan rendah, karena total impor bahan bakar fosil mencapai US$155 miliar per tahun atau setara Rp2.635 triliun (kurs Rp17.000). Data dari Ember menunjukkan bahwa 74 negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah yang tergabung dalam Climate Vulnerable Forum (CVF) menanggung beban tersebut, yang mencakup lebih dari 1,7 miliar penduduk.

Mantan pejabat pemerintah AS yang fokus di bidang energi dan lingkungan, John Raymond Hanger, mengungkapkan bahwa beban tersebut sangat berat dan menyebabkan 1 miliar orang tidak memiliki listrik atau mendapatkan listrik yang tidak andal. Negara-negara seperti Tanzania, Sri Lanka, Tunisia, Maroko, Pakistan, dan Bangladesh terdampak paling signifikan, di mana biaya impor bahan bakar bahkan menyumbang lebih dari 50 persen defisit perdagangan.

Krisis energi juga berdampak pada akses energi, dengan sekitar 700 juta orang di dunia yang belum memiliki akses listrik, terutama di negara-negara CVF. Banyak rumah tangga bergantung pada biomassa untuk memasak dan pemanas, yang menyebabkan 2,9 juta kematian dini setiap tahun akibat polusi udara dalam ruangan. Namun, teknologi energi listrik modern seperti tenaga surya dan baterai semakin terjangkau, dengan sejumlah negara mulai meningkatkan penggunaan energi terbarukan.

Pengembangan energi listrik di negara-negara berpendapatan rendah dapat mengurangi ketergantungan impor dan menekan dampak kenaikan harga energi global. Namun, tanpa perubahan kebijakan dan percepatan transisi energi, beban impor bahan bakar diperkirakan akan terus meningkat dan menekan ekonomi negara-negara berkembang. Sesuai laporan Ember, negara-negara CVF perlu terus berupaya menuju energi yang lebih berkelanjutan untuk mengatasi krisis energi yang semakin parah.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer