Sebanyak 53 orang mengadakan napak tilas di sepanjang rute serangan air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS, sebagai peringatan satu bulan setelah kejadian tersebut terjadi. Acara ini dipimpin oleh Fatia Maulidiyanti dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) dan Sarah dari Perempuan Mahardika, yang juga diawasi oleh petugas keamanan. Mereka memulai perjalanan dari Kantor YLBHI di Jakarta Pusat, tempat Andrie berada sebelum diserang. Sarah menjelaskan bahwa lokasi sekitar kantor YLBHI adalah tempat para pelaku serangan mengintai Andrie sebelum kejadian terjadi. Aksi solidaritas ini kemudian dilanjutkan ke berbagai titik lain, termasuk SPBU Cikini dan Taman Diponegoro, di mana para peserta menulis pesan untuk Andrie. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Jalan Talang, tempat serangan terjadi, dan menyaksikan mural yang dibuat oleh tiga seniman yang menggambarkan wajah Andrie serta jumlah pelaku yang diduga terlibat. Aksi solidaritas ini ditutup dengan pernyataan sikap yang diwakili oleh Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus.
