Uzbekistan, negara dengan sejarah peradaban Islam yang kaya, telah menyelesaikan pembangunan ulang Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand. Dikenal sebagai pusat peradaban Islam, Uzbekistan memiliki banyak ulama terkenal, seperti Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi, yang karya-karyanya memengaruhi dunia Islam. Sahih al-Bukhari, karya Imam Bukhari, merupakan salah satu kitab hadis paling berpengaruh di dunia.
Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev, memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan ulang kompleks ini, yang dianggap sebagai simbol “New Uzbekistan”. Dikembangkan sebagai tempat ziarah, pusat edukasi, dan pengembangan spiritual, kompleks ini meliputi masjid besar dengan fasilitas untuk 10 ribu jemaah, museum modern dengan sembilan paviliun, dan area seluas 45 hektar yang mampu menampung pengunjung hingga 65 ribu orang per hari.
Menyadari potensi besar dalam pengembangan pariwisata religi, Hotel Kampoeng Indonesia memulai soft opening di area kompleks tersebut. Sebagai investasi pertama dari Indonesia di Samarkand, hotel bintang 3 ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara, serta meningkatkan konektivitas dalam sektor pariwisata dan investasi. Soft opening Hotel Kampoeng Indonesia dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, serta pejabat dan eksekutif terkait dari Uzbekistan.
Dengan beroperasinya Hotel Kampoeng Indonesia, EGI Resources, perusahaan investasi asal Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendukung ekspansi global, terutama di sektor pariwisata dan pengembangan kawasan strategis internasional. Keberadaan hotel ini di kompleks Imam Bukhari di Samarkand menjadi langkah penting dalam meningkatkan pariwisata religi dan kerjasama antara kedua negara.

