Pada hari Rabu, 22 April 2026, IHSG mengalami penurunan sebesar 31 poin atau 0,41 persen saat dibuka pada level 7.528. Menurut Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG diperkirakan akan bergerak stagnan atau datar dalam perdagangan hari ini. Fanny menyatakan bahwa bursa Asia mengalami kenaikan pada hari Selasa sebelumnya, yang didorong oleh optimisme investor terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran.
Sentimen positif juga muncul akibat peningkatan minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak sebesar 2,7 persen, sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,9 persen. Di sisi lain, Hang Seng di Hong Kong mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen dan Taiex Taiwan melonjak sebesar 1,75 persen. Pelaku pasar juga menanti keputusan konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon pemimpin The Fed.
Namun, indeks utama saham Wall Street turun pada hari Selasa, dengan indeks S&P 500 melemah sebesar 0,63 persen. Ini terjadi karena meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan gencatan senjata hingga Iran mengajukan proposal resmi. Pasar finansial Asia-Pasifik terguncang oleh keputusan ini, membuat situasi bursa pada hari Rabu, 22 April 2026 menjadi tidak menentu.

