Pada Kamis, 23 April 2026, bursa Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada awal perdagangan. Hal ini disebabkan oleh pergerakan saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Keputusan ini memberikan angin segar bagi para investor dan membuat sentimen pasar menjadi lebih positif.
Presiden Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang selama dua minggu sampai pemerintah Iran mengajukan proposal damai. Dalam hal ini, militer AS akan tetap melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Namun, pemerintah Iran menolak untuk menghadiri perundingan dengan AS, menyebutnya sebagai pemborosan waktu belaka.
Di sektor ekonomi, Korea Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi tercepat sejak kuartal III-2020 dengan pertumbuhan sebesar 1,7%. Ini melampaui perkiraan sebelumnya dan berhasil pulih dari kontraksi sebelumnya. Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami kenaikan, sementara di Australia terjadi penurunan. Selama sesi perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan performa positif di pasar saham global.
Di sisi lain, terjadi reshuffle kepemimpinan di Amerika Serikat. Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan, dipecat dari jabatannya di tengah blokade laut Iran dan gejolak kepemimpinan yang tengah melanda Pentagon. Seluruh perkembangan tersebut menjadi sorotan utama dalam perjalanan perdagangan global.

