Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase “survival mode”, di mana setiap kebijakan dan program harus dijalankan tanpa celah kesalahan dan inefisiensi. Hal ini menuntut pemerintah untuk serius dalam mengelola segala kebijakan tanpa ruang untuk kesalahan. Purbaya menegaskan bahwa tidak ada lagi waktu untuk bereksperimen atau bersikap longgar dalam pelaksanaan program, karena hal tersebut dapat berdampak buruk bagi negara.
Menyusul kondisi tersebut, Purbaya memastikan bahwa seluruh program di bawah Kementerian Keuangan akan dipantau secara ketat. Pentingnya menjaga daya saing untuk tidak tertinggal dari negara lain sangat ditekankan. Purbaya juga menyinggung kebijakan percepatan pembangunan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto, yang akan diawasi melalui satuan tugas khusus guna mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai hambatan.
Purbaya menekankan bahwa program yang dijalankan harus sesuai dengan aturan dan tidak boleh main-main, karena hal tersebut dapat membahayakan bangsa. Meskipun kinerja sektor pajak dan bea cukai terbilang membaik, Purbaya menyatakan bahwa masih terdapat potensi kebocoran yang perlu diperbaiki. Upaya ini merupakan bagian dari penguatan sistem secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran program yang dijalankan.
Dalam situasi “survival mode” ini, Purbaya berkomitmen untuk menggunakan segala cara dan kekuatannya guna memastikan bahwa semua program yang dikendalikan dan dimonitor berjalan dengan baik. Dengan demikian, Indonesia dapat terus bersaing dengan negara lain dan tidak tertinggal dalam hal pembangunan.

