Percakapan WhatsApp antara Ustaz Ahmad Hifzhillah dan Syekh Ahmad Al Misry kembali memantik perhatian publik setelah tangkapan layar percakapan itu diunggah ke Instagram pada Selasa, 28 April 2026. Unggahan tersebut cepat menyebar di media sosial, bukan semata karena isi obrolannya yang singkat, melainkan karena konteks kasus yang tengah membelit Syekh Ahmad Al Misry atau SAM.
Unggahan yang memicu perbincangan
Dalam unggahannya, Ahmad Hifzhillah memperlihatkan percakapan WhatsApp pribadinya dengan SAM. Ia juga menjelaskan bahwa semula ingin menghubungi langsung untuk meminta klarifikasi terkait kasus pelecehan yang menyeret nama SAM. Namun, niat itu kemudian dibatalkan. Hifzhillah menyebut, sudah ada tokoh agama lain yang dinilai lebih berkompeten untuk menangani persoalan tersebut.
Meski percakapannya singkat, unggahan itu justru memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyoroti bagaimana Hifzhillah bisa mendapatkan balasan dari SAM, di saat sejumlah ustaz lain disebut sulit menjangkau sang syekh.
Respons singkat SAM dan komentar netizen
Dalam percakapan yang beredar, Hifzhillah lebih dulu menanyakan kondisi SAM. Pertanyaan itu dijawab singkat oleh SAM dengan menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan sehat. Jawaban sederhana tersebut kemudian menjadi bahan diskusi di kolom komentar dan linimasa, terutama karena publik masih mengikuti perkembangan kasus yang menimpa dirinya.
Seorang ustaz lain, Muhammad Fakhrurrazi Anshar, juga muncul di kolom komentar dan meminta kontak SAM dengan alasan ingin memberi nasihat. Kehadiran komentar itu ikut mempertegas bahwa perkara ini belum mereda di ruang publik, terutama di kalangan yang selama ini mengikuti sosok SAM dan jaringan perbincangan di sekitarnya.
Kasus yang terus dibicarakan
Di tengah ramainya percakapan itu, Bareskrim Polri diketahui telah menetapkan SAM sebagai tersangka pada Jumat, 24 April 2026, berdasarkan laporan polisi yang sebelumnya sudah dibuat. Sementara itu, SAM disebut telah meninggalkan Indonesia menuju Mesir sejak 15 Maret 2026. Dua fakta ini membuat unggahan Hifzhillah tak sekadar dibaca sebagai obrolan pribadi, melainkan bagian dari riuh yang mengiringi kasus yang masih terus menjadi sorotan.
Source link

