Gegara Telat Nutup Jendela? Penyalur Ungkap Alasan Erin Diduga Aniaya ART
Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang melibatkan nama Rien Wartia Trigina alias Erin kembali menarik perhatian publik setelah penyalur ART, Nia Damanik, menerima laporan langsung dari korban bernama Hera terkait kekerasan fisik yang dialaminya.
Telepon Panik yang Membongkar Kekerasan Fisik
Nia menerima panggilan telepon dari Hera pada sore hari dalam kondisi panik, meminta pertolongan karena mengalami kekerasan fisik yang serius. Dalam tayangan video di YouTube, Nia mengungkap, “Halo kak, tolongin saya. Tolong jemput saya di sini. Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu.” Insiden ini memunculkan dugaan serius terhadap Erin.
Ngerasa Difitnah, Penyebar Isu Dugaan Penganiayaan Erin Terancam 3 Tahun Penjara
Nia, setelah mendapat laporan dari Hera, berusaha mencari bantuan termasuk melalui mantan suami Erin, Andre Taulany. Namun, respon yang diterima tidak sesuai harapan. Andre Taulany memilih untuk tidak terlibat langsung dan menyarankan kasus ini diselesaikan melalui jalur hukum apabila terdapat bukti yang cukup kuat.
“Saya nggak ada hubungan. Kalo ada bukti, lapor aja ke polisi,” ungkap Andre Taulany kepada Nia. Usaha Nia untuk menjemput Hera ke kediaman Erin tidak berhasil karena tidak diizinkan masuk oleh pihak keamanan yang berjaga di lokasi.
Saat kepolisian hadir bersama Nia, terdengar teriakan minta tolong dari dalam rumah yang membuat Nia semakin khawatir terhadap kondisi Hera. Dugaan sementara menyebut pemicu tindakan Erin dilatarbelakangi oleh persoalan sepele, yaitu karena Hera terlambat menutup jendela.
“Katanya nggak bikin salah, cuma gara-gara telat nutup jendela, ditendang. Sambil jongkok, ditendang kepalanya,” jelas Nia.

