Monday, May 11, 2026
HomeCryptoSaham Kripto Menguat Saat Momen Clarity Act

Saham Kripto Menguat Saat Momen Clarity Act

Saham Terkait Kripto Melesat, Bitcoin Tembus USD 80.000

Saham-saham terkait dunia kripto mengalami kenaikan signifikan pada Senin, 4 Mei 2026. Saham Circle berhasil mencatat reli paling tinggi dengan lonjakan mencapai 20%. Peningkatan ini berasal dari kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian perselisihan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) struktur pasar besar atau Clarity Act.

Saham Circle berhasil naik hingga 19,89% dan berhasil ditutup pada angka USD 119,53 pada hari Senin. Sementara saham penerbit stablecoin USDC ini berhasil mencatat kenaikan sebesar 32,4% dalam sebulan terakhir dan 50,7% sejak awal tahun. Sementara itu, Coinbase Global juga berhasil ditutup naik 6,14% pada angka USD 202,99.

Kenaikan Saham Lainnya

Perusahaan infrastruktur kripto, Bitgo, juga tidak ketinggalan dengan mencatat kenaikan saham sebesar 10,26% dan ditutup pada harga USD 11,50. Sementara itu, Robinhood juga berhasil mengalami kenaikan sebesar 3,92%. Sedangkan SOL Strategies melonjak hingga 17,83%.

Sementara itu, popularitas Bitcoin juga terus meningkat, dengan berhasil tembus angka USD 80.000 dan diperdagangkan naik sebesar 2,12% pada angka USD 80.020 pada pukul 21.20 ET, Senin, 4 Mei 2026. Hal ini terjadi di saat bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street secara keseluruhan mengalami penurunan pada awal pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13% dan S&P 500 merosot 0,41% di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kompromi Pemerintah AS

Kenaikan signifikan saham terkait kripto juga terjadi sejalan dengan kemajuan yang dicapai di pemerintahan Amerika Serikat (AS). Bertepatan dengan waktu tersebut, Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis berhasil mencapai kesepakatan terkait bahasa yang mengatur imbal hasil dari stablecoin, yang merupakan poin krusial dalam perdebatan terkait Clarity Act.

Ketentuan terbaru ini mengatur larangan “pihak yang tercakup” untuk memberikan imbal hasil pada pelanggan AS yang hanya memegang stablecoin, serta melarang segala bentuk pembayaran yang dianggap setara dengan pembayaran bunga atau imbal hasil. Hal ini menjadi pembahasan penting dalam upaya merumuskan regulasi yang lebih jelas terkait kripto.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer