Gitaris grup band Padi Reborn, Piyu, mengungkapkan ketidakpuasan terhadap sistem royalti musik yang saat ini tengah berjalan. Menurutnya, transparansi dalam pembagian hak ekonomi bagi para pencipta lagu masih jauh dari harapan.
Tagihan Royalti yang Belum Diterima
Piyu memutuskan untuk angkat suara dengan membocorkan bukti tertulis terkait tagihan royalti dari salah satu konser besar yang dijalani bersama Padi Reborn. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara tagihan resmi yang tercatat dengan jumlah yang diterima oleh para seniman.
“Ada tagihan resmi dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional yang ditujukan kepada penyelenggara acara untuk Konser Dua Delapan Padi Reborn,” ungkap Piyu dalam wawancara dengan wartawan.
Nominal yang Signifikan
Permasalahan ini tidak bisa dianggap enteng, karena melibatkan jumlah uang yang sangat besar bagi para pencipta lagu. Piyu menjelaskan bahwa seharusnya royalti dan honor yang diterima mencapai puluhan juta rupiah hanya untuk satu acara saja.
“Total tagihan untuk royalti dan jasa manajemen mencapai Rp24.661.900. Namun kenyataannya, hingga bulan Mei ini, saya belum menerima sepeser pun royalti dari konser tersebut,” tegas Piyu.

